Terima kasih telah menyempatkan waktu berkunjung ke www.hasanfendi.blogspot.com, kritik dan saran kalian sangat membantu perkembangan blog sedrhana ini. Contact : HP >> 085311908325[AS] BBM >>

Monday, January 12, 2015

Ini Perbedaan Kelas Menengah dan Orang Kaya

Menurut majalah Forbes, sekitar 400 orang kaya Amerika Serikat (AS) memiliki total kekayaan lebih dari 150 juta masyarakat warga Amerika Serikat. 


Lalu bagaimana dengan masyarakat yang di antaranya? Golongan masyarakat kelas menengah. Kelas menengah ini tidak miskin, dan belum juga kaya.

Namun berdasarkan data terungkap kalau jumlah kelas menengah menyusut. Itu berarti seseorang dapat cenderung masuk kelas menengah di masa depan.

Sedangkan bila Anda ingin menjadi kaya, Anda harus mulai berpikir seperti orang kaya. Berikut adalah 10 perbedaan antara kelas menengah dan orang kaya untuk dapat dipelajari, seperti dikutip dari laman Lifehack, Minggu (11/1/2015).

1. Biasa golongan kelas menengah hidup nyaman, sedangkan orang kaya tidak merasa nyaman.
Dengan sebuah kenyamanan dapat menjadi ketidaknyaman. Hal itu mungkin berat, tetapi itu harga untuk dibayar dalam meraih sebuah mimpi. Contoh ketika seseorang telah bekerja di zona nyaman, maka itu bagi kelas menengah jadi hal menyenangkan.

Akan tetapi orang kaya sadar untuk meletakkan dirinya di tempat tidak nyaman karena ada hal luar biasa di luar sana. Misal dengan membuka bisnis sendiri memang penuh risiko, dan risiko dapat tidak menjadi nyaman.

Meski demikian, risiko kecil siapa tahu dapat menciptakan kekayaan dan meraih hasil baik.

2. Kehidupan golongan kelas menengah cenderung seperti kalangan atas, sedangkan orang kaya berada di bawah.
Orang kaya tidak menghabiskan uangnya begitu saja. Mereka menghargai uang dengan meningkatkan aset, dan hidup di bawah kemampuannya.
Biasanya, orang kaya dapat memakai mobil lebih sederhana dan lama, serta tidak membeli mobil baru. Hal itu berdasarkan studi yang tertuang dalam buku The Millionaire Next Door.

3. Kelas menengah meningkatkan karir di korporasi, sedangkan orang kaya punya perusahaan.
Kelas menengah cenderung bekerja untuk orang lain. Mereka punya pekerjaan, dan karir. Sedangkan orang kaya cenderung punya bisnis. Mereka memiliki perusahaan, sedangkan kelas menengah sibuk bekerja untuk meningkatkan karir dan jabatan.
Orang kaya mengerti kalau mereka membutuhkan orang lain untuk bekerja dengan mereka. Orang kaya mengerti kekuatan pendapatan pasif.

4. Golongan kelas menengah berteman dengan siapa saja, dan orang kaya memilih teman dengan bijaksana.
Orang kaya mengerti bila mereka dikelilingi dengan orang sukses, maka kesuksesan akan mengikuti.
Jika Anda ingin memiliki pendapatan lebih, berkumpullah dengan orang yang ingin cari pendapatan lebih. Ini salah satu tentang menyamakan pikiran seperti orang sukses. Jika Anda ingin kaya, maka Anda harus berpikir seperti orang kaya.

5. Golongan kelas menengah bekerja untuk meraih pendapatan, sedangkan orang kaya bekerja untuk belajar.
Golongan kelas menengah begitu mudah dibujuk ketika berganti pekerjaan ketika seseorang menawarkan pendapatan lebih. Namun orang kaya mengerti bekerja bukan hanya soal uang saja, terutama di awal tahun. Ini tentang mengembangkan kemampuan dan kebiasaan agar dapat menjadi sukses. Misal Anda bekerja di bank untuk mengetahui akuntansi, dan bekerja menjadi bagian penjualan untuk mengerti dunia pemasaran dan penjualan.
Jika Anda ingin jadi orang, Anda harus bekerja sambil belajar untuk meningkatkan kemampuan.

6. Golongan kelas menengah memiliki barang, sedangkan orang kaya memiliki uang.
Masyarakat kelas menengah biasa memiliki mobil baru dan rumah mahal. Mereka biasa banyak menghabiskan uang untuk barang mewah, rumah besar, dan mobil.
Di sisi lain, orang kaya mengerti untuk menjadi kaya maka harus memiliki uang lebih dari barang yang diinginkan.

Jika Anda tetap membeli barang, maka uang Anda tetap dengan barang itu. Contoh, Warren Buffet, salah satu miliarder membeli rumah pada 1958, dan dia hanya membayarnya US$ 35.500.
Berhenti membeli barang, dan mulai fokus untuk menyimpan, menabung dan investasi dari penghasilan Anda. Jika Anda shopaholic, mulai beli rumah. Selain itu, mulai tertarik berinvestasi.

7. Golongan kelas menengah biasa fokus untuk menyimpan, sedangkan orang kaya fokus mencari penghasilan.
Menabung penting. Investasi lebih penting, dan mencari penghasilan adalah fondasi keduanya.
Jika Anda mengerti menyimpan dan investasi, tetapi ingin menciptakan hasil lebih dari kedua hal itu maka Anda butuh mencari penghasilan lebih. Jika Anda ingin lebih kaya, maka bekerja untuk menciptakan kemampuan mencari penghasilan.

8. Golongan orang kaya biasanya lebih menggunakan logika sedangkan masyarakat kelas menengah emosi.
Steve Siebol mewawancarai lebih dari 1.200 orang kaya di dunia untuk bukunya How Rich People Think.
Berdasarkan hasil wawancara itu, lebih dari 100 perbedaan bagaimana orang kaya melihat uang dibandingkan kelas menengah.
Salah satu perbedaan yang ditemukan yaitu bagaimana masyarakat kelas menengah melihat uang lewat emosi, sedangkan orang kaya lewat logika. Dengan membuat keputusan keuangan emosional dapat merusak keuangan Anda.

9. Golongan kelas menengah kadang meragukan kemampuannya, sedang orang kaya menciptakan tujuan besar.
Masyarakat kelas menengah menciptakan tujuan. Kadang, namun kapasitas tujuan itu berbeda, dari kelas menengah untuk menjadi kaya.

Orang kelas menengah menciptakan tujuan mudah tercapai. Sedangkan orang menciptakan tujuan yang kelihatan tidak mungkin, dan sulit. Akan tetapi mereka yakin dapat meraihnya. Ini kembali kepada pola pikir.

10. Golongan kelas menengah cenderung kerja keras, di sisi lain orang kaya mampu menyeimbangkan.
Kerja keras penting untuk kita semua. Untuk meraih puncak perlu kerja keras. Akan tetapi masalahnya kerja keras sendirian jarang membuat Anda dapat menjadi kaya. Anda tidak dapat menjadi kaya bila hanya melakukan sendirian.
close
SELAMAT DATANG DI PORTAL PRIBADI HASAN EFENDI,
SUKSES BUAT ANDA HP :085311908325 BB : 554D7243